Poltekkes Kemenkes Maluku Ikuti Pelatihan Satgas PPKT untuk Wujudkan Kampus Aman dan Inklusif

  • Ifah Kotarumalos
  • Disukai 0
  • Dibaca 6 Kali
ass

Ambon, 24 Juli 2026 — Poltekkes Kemenkes Maluku mengikuti Pelatihan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKT) yang diselenggarakan pada tanggal 22–24 Juli 2026 sebagai wujud komitmen institusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bekerja sama dengan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Indonesia Judicial Research Society (IJRS) ini menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Kegiatan tersebut juga melibatkan anggota Satgas PPKT dari berbagai perguruan tinggi yang telah terbentuk sebagai media berbagi pengalaman, praktik baik (best practices), serta pembelajaran mengenai implementasi kebijakan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan kampus.

 

Pelatihan ini memberikan penguatan kepada peserta mengenai regulasi dan kebijakan PPKT, tata kelola kelembagaan Satgas PPKT, mekanisme penerimaan dan penanganan laporan yang berperspektif korban, serta strategi membangun budaya kampus yang aman, setara, dan inklusif. Sesi role play atau simulasi penanganan kasus menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta. Melalui simulasi tersebut, peserta mempraktikkan proses penerimaan laporan, pendampingan korban, teknik wawancara, koordinasi antaranggota Satgas, hingga penyusunan langkah-langkah penanganan sesuai prosedur. Simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata sehingga peserta dapat memahami tantangan dalam menangani berbagai bentuk kekerasan secara profesional, empatik, menjunjung tinggi kerahasiaan korban, serta mengedepankan prinsip perlindungan korban.

 

Diskusi interaktif bersama perwakilan Satgas PPKT dari berbagai perguruan tinggi yang telah berpengalaman turut memperkaya wawasan peserta. Berbagai praktik baik, tantangan, serta strategi penyelesaian kasus yang dibagikan menjadi referensi berharga bagi Poltekkes Kemenkes Maluku dalam mempersiapkan pembentukan Satgas PPKT yang efektif, profesional, dan sesuai dengan karakteristik institusi. Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku Dr. Betty Anthoineta Sahertian, S.Pd., M.Kes menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan pembentukan Satgas PPKT di lingkungan Poltekkes Kemenkes Maluku. "Pelatihan ini menjadi langkah strategis bagi Poltekkes Kemenkes Maluku untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Kami berharap ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang diperoleh selama tiga hari pelatihan dapat menjadi bekal dalam membentuk Satgas PPKT yang profesional, responsif, serta mampu memberikan perlindungan kepada seluruh sivitas akademika."

 

Salah satu peserta, Christy Natalia M. Hitijahubessy, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.Mat, mengungkapkan bahwa pelatihan memberikan pengalaman belajar yang sangat aplikatif karena tidak hanya menyajikan materi kebijakan, tetapi juga menghadirkan simulasi penanganan kasus yang menggambarkan kondisi nyata di lingkungan perguruan tinggi. "Role play penanganan kasus menjadi pengalaman yang sangat berharga karena kami belajar bagaimana menerima laporan, berkomunikasi dengan korban secara empatik, melakukan asesmen awal, hingga menyusun langkah penanganan yang tepat. Kami juga memperoleh banyak pembelajaran dari perguruan tinggi yang telah memiliki Satgas PPKT sehingga pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam mempersiapkan pembentukan Satgas PPKT di Poltekkes Kemenkes Maluku."

 

Partisipasi dalam pelatihan ini menegaskan komitmen Poltekkes Kemenkes Maluku untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia diharapkan menjadi fondasi dalam pembentukan Satgas PPKT yang mampu menjalankan fungsi pencegahan, penanganan, pendampingan, dan edukasi secara efektif, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, setara, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika.