Poltekkes Kemenkes Maluku Dukung Transformasi Kesehatan melalui Workshop Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria Tingkat Provinsi

  • Ifah Kotarumalos
  • Disukai 0
  • Dibaca 6 Kali
a

Ambon, 30 Juli 2026 – Poltekkes Kemenkes Maluku berpartisipasi dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi yang diselenggarakan di Hotel Golden Palace Ambon pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) Provinsi Maluku bekerja sama dengan Bappeda Provinsi Maluku ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan eliminasi AIDS, Tuberkulosis (TBC), dan Malaria di Provinsi Maluku.

 

Workshop diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya pemerintah daerah, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, organisasi profesi, organisasi masyarakat sipil, serta mitra pembangunan yang memiliki peran dalam penguatan sistem kesehatan. Kehadiran Poltekkes Kemenkes Maluku menunjukkan komitmen institusi pendidikan tinggi kesehatan untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan kesehatan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai materi yang dibahas selama tiga hari pelaksanaan meliputi arah kebijakan nasional eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, petunjuk teknis integrasi program ATM di tingkat daerah, penguatan tata kelola program, sistem pemantauan dan evaluasi, strategi pembiayaan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang melibatkan berbagai sektor. Diskusi interaktif dan kerja kelompok juga menjadi bagian penting dalam merumuskan strategi implementasi program ATM yang terintegrasi sesuai kondisi dan kebutuhan daerah.

 

Keikutsertaan Poltekkes Kemenkes Maluku dalam workshop ini sejalan dengan visi institusi untuk menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang profesional, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung transformasi sistem kesehatan nasional. Partisipasi tersebut juga merupakan implementasi program mandatori Kementerian Kesehatan, khususnya Program Penguatan Pelayanan Kesehatan Paru, yang menempatkan penanggulangan Tuberkulosis sebagai salah satu prioritas nasional melalui penguatan deteksi dini, tata laksana kasus, pencegahan penularan, serta kolaborasi lintas program dengan AIDS dan Malaria. Sebagai institusi pendidikan tenaga kesehatan, Poltekkes Kemenkes Maluku memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan masa kini. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui workshop akan diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mahasiswa dan dosen memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai implementasi kebijakan nasional, khususnya dalam upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis, AIDS, dan Malaria di Indonesia.

 

Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku Dr. Betty Anthoineta, S.Pd., M.Kes  menyampaikan bahwa partisipasi dalam workshop ini merupakan bentuk nyata dukungan institusi terhadap transformasi kesehatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan. "Poltekkes Kemenkes Maluku memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu mendukung program prioritas nasional. Keikutsertaan dalam Workshop Integrasi ATM ini merupakan bagian dari implementasi visi institusi dan program mandatori Kementerian Kesehatan, khususnya Program Penguatan Pelayanan Kesehatan Paru. Melalui kegiatan ini kami berharap dosen dan tenaga kependidikan semakin memahami arah kebijakan nasional sehingga dapat mengintegrasikannya ke dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung percepatan eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria di Provinsi Maluku."

 

Sitti Sarifah Kotarumalos, SST., M.Keb sebagai peserta  dari Poltekkes Kemenkes Maluku menyampaikan bahwa workshop memberikan wawasan yang komprehensif mengenai pentingnya integrasi program ATM dalam sistem pelayanan Kesehatan. "Workshop ini memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai kebijakan nasional, strategi implementasi program ATM, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi profesi. Materi yang diperoleh akan menjadi bekal dalam mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sehingga lulusan Poltekkes Kemenkes Maluku mampu berkontribusi dalam pencapaian target eliminasi penyakit menular di Maluku."

 

Melalui partisipasi dalam workshop ini, Poltekkes Kemenkes Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung transformasi kesehatan. Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat implementasi program prioritas nasional serta mempercepat terwujudnya Provinsi Maluku yang lebih sehat melalui pengendalian dan eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria secara berkelanjutan.