Poltekkes Kemenkes Maluku Dorong Penguatan Komitmen Pemda SBB dalam Percepatan Penurunan Stunting

  • Wenlly
  • Disukai 1
  • Dibaca 15 Kali
ass

Seram Bagian Barat — Poltekkes Kemenkes Maluku mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam upaya mempercepat penurunan stunting. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan dan diskusi advokasi hasil analisis situasi Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan daerah dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas kondisi, tantangan, serta langkah strategis yang perlu dilakukan dalam penanganan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Hasil analisis situasi INEY Fase II menjadi salah satu bahan penting dalam diskusi untuk melihat kesenjangan pelaksanaan intervensi stunting sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah sesuai kebutuhan di wilayah lokus.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Seram Bagian Barat menekankan pentingnya penguatan pendampingan dan keterlibatan Poltekkes Kemenkes Maluku dalam mendukung upaya pemerintah daerah. Selain itu, kualitas data yang bersumber dari Puskesmas dan pemerintah desa serta percepatan realisasi SBB Satu Data menjadi perhatian penting dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Komitmen lintas sektor juga diperkuat melalui arahan Wakil Bupati Seram Bagian Barat. Setiap OPD didorong untuk menyusun rencana aksi berdasarkan 64 indikator yang selanjutnya akan dipresentasikan dalam rapat tindak lanjut. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor dalam menyusun dan melaksanakan intervensi penurunan stunting.

Pertemuan juga membahas pentingnya sinkronisasi dan validasi data sasaran, serta aksi nyata bersama OPD dalam menindaklanjuti rekomendasi intervensi spesifik dan sensitif yang menjadi tanggung jawab masing-masing perangkat daerah. Keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat menjadi salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi.

Mendorong Perencanaan Berbasis Data

Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah penguatan sistem data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan. Bappeda Kabupaten Seram Bagian Barat menyampaikan upaya pengembangan Portal Lawamena Satu Data sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah dalam membangun sistem data yang lebih terintegrasi.

Ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi dinilai penting untuk memastikan program intervensi dapat diarahkan kepada kelompok sasaran dan wilayah yang membutuhkan. Dengan demikian, kebijakan dan penganggaran daerah dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Menetapkan Wilayah Prioritas

Berdasarkan hasil analisis situasi INEY Fase II, terdapat tujuh Puskesmas yang ditetapkan sebagai lokasi prioritas berdasarkan hasil identifikasi masalah, yaitu Puskesmas Piru, Tanah Goyang, Waesala, Latu, Tomalehu, Waimital, dan Kamarian.

Penetapan wilayah prioritas tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memastikan intervensi dapat dilaksanakan secara lebih terarah. Berbagai langkah yang dirumuskan mencakup peningkatan koordinasi, penguatan pemantauan pertumbuhan balita, peningkatan cakupan intervensi gizi, edukasi, hingga penguatan dukungan terhadap layanan kesehatan dan sanitasi.

Penguatan Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Maluku dan Pemerintah Daerah

Pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama yang melibatkan berbagai sektor. Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi, sanitasi, akses air bersih, pendidikan, pola asuh, serta kualitas layanan dasar.

Melalui hasil diskusi tersebut, terbangun komitmen kebijakan lintas sektor dan penguatan kolaborasi antar-OPD. Selanjutnya, diperlukan pertemuan lanjutan untuk memastikan komitmen bersama tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang terukur.