Poltekkes Kemenkes Maluku Dorong Penguatan Komitmen Pemda SBB dalam Percepatan Penurunan Stunting
ass
Seram Bagian Barat —
Poltekkes Kemenkes Maluku mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor bersama
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam upaya mempercepat penurunan
stunting. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan dan diskusi advokasi hasil
analisis situasi Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II
di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pertemuan tersebut mempertemukan berbagai
pemangku kepentingan daerah dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk
membahas kondisi, tantangan, serta langkah strategis yang perlu dilakukan dalam
penanganan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Hasil analisis situasi INEY Fase II menjadi
salah satu bahan penting dalam diskusi untuk melihat kesenjangan pelaksanaan
intervensi stunting sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang lebih terarah
sesuai kebutuhan di wilayah lokus.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Seram
Bagian Barat menekankan pentingnya penguatan pendampingan dan keterlibatan
Poltekkes Kemenkes Maluku dalam mendukung upaya pemerintah daerah. Selain
itu, kualitas data yang bersumber dari Puskesmas dan pemerintah desa serta
percepatan realisasi SBB Satu Data menjadi perhatian penting dalam
mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.
Komitmen lintas sektor juga diperkuat melalui
arahan Wakil Bupati Seram Bagian Barat. Setiap OPD didorong untuk menyusun
rencana aksi berdasarkan 64 indikator yang selanjutnya akan dipresentasikan
dalam rapat tindak lanjut. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja
sama lintas sektor dalam menyusun dan melaksanakan intervensi penurunan
stunting.
Pertemuan juga membahas pentingnya
sinkronisasi dan validasi data sasaran, serta aksi nyata bersama OPD dalam
menindaklanjuti rekomendasi intervensi spesifik dan sensitif yang menjadi
tanggung jawab masing-masing perangkat daerah. Keseriusan pemerintah daerah
dalam menyelesaikan persoalan stunting di Kabupaten Seram Bagian Barat menjadi
salah satu poin penting yang mengemuka dalam diskusi.
Mendorong
Perencanaan Berbasis Data
Salah satu agenda strategis yang dibahas
adalah penguatan sistem data sebagai dasar perencanaan dan pengambilan
keputusan. Bappeda Kabupaten Seram Bagian Barat menyampaikan upaya pengembangan
Portal Lawamena Satu Data sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah
dalam membangun sistem data yang lebih terintegrasi.
Ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi
dinilai penting untuk memastikan program intervensi dapat diarahkan kepada
kelompok sasaran dan wilayah yang membutuhkan. Dengan demikian, kebijakan dan
penganggaran daerah dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Menetapkan
Wilayah Prioritas
Berdasarkan hasil analisis situasi INEY Fase
II, terdapat tujuh Puskesmas yang ditetapkan sebagai lokasi prioritas
berdasarkan hasil identifikasi masalah, yaitu Puskesmas Piru, Tanah Goyang,
Waesala, Latu, Tomalehu, Waimital, dan Kamarian.
Penetapan wilayah prioritas tersebut menjadi
bagian penting dalam upaya memastikan intervensi dapat dilaksanakan secara
lebih terarah. Berbagai langkah yang dirumuskan mencakup peningkatan
koordinasi, penguatan pemantauan pertumbuhan balita, peningkatan cakupan
intervensi gizi, edukasi, hingga penguatan dukungan terhadap layanan kesehatan
dan sanitasi.
Penguatan
Kolaborasi Poltekkes Kemenkes Maluku dan Pemerintah Daerah
Pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Seram
Bagian Barat menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja
bersama yang melibatkan berbagai sektor. Persoalan stunting tidak hanya
berkaitan dengan aspek kesehatan dan gizi, tetapi juga berhubungan dengan
kondisi sosial ekonomi, sanitasi, akses air bersih, pendidikan, pola asuh,
serta kualitas layanan dasar.
Melalui hasil diskusi tersebut, terbangun
komitmen kebijakan lintas sektor dan penguatan kolaborasi antar-OPD.
Selanjutnya, diperlukan pertemuan lanjutan untuk memastikan komitmen bersama
tersebut dapat diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang terukur.
