Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku Berpartisipasi dalam Workshop UNDERVAC-ID untuk Perkuat Cakupan Imunisasi Anak di Provinsi Maluku

  • Ifah Kotarumalos
  • Disukai 0
  • Dibaca 3 Kali
O

Ambon, 23 April 2026 – Komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut ditunjukkan oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, Dr. Betty A. Sahertian, S.Pd., M.Kes., yang menghadiri Participatory Workshop Studi UNDERVAC-ID yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 23–24 April 2026 di Hotel Santika Ambon.

Workshop ini menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, hingga mitra pembangunan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyusun rencana aksi daerah dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak, khususnya di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah, melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti. Dalam kegiatan ini, para peserta berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program imunisasi, termasuk rendahnya cakupan vaksinasi di beberapa wilayah, serta merumuskan strategi yang efektif untuk meningkatkan akses dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Hasil workshop diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan implementasi program yang lebih terarah serta berkelanjutan.

Keikutsertaan Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan, khususnya peningkatan cakupan imunisasi sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I). Sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan, Poltekkes Kemenkes Maluku memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten sekaligus mendukung penguatan program kesehatan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku menyampaikan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat. "Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak. Melalui forum seperti ini, kita dapat menyusun strategi bersama yang lebih efektif untuk memastikan setiap anak memperoleh haknya atas perlindungan melalui imunisasi," ujar beliau.

Melalui partisipasi aktif dalam Participatory Workshop Studi UNDERVAC-ID, Poltekkes Kemenkes Maluku menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Maluku. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat implementasi program imunisasi nasional serta mewujudkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.