Rabu, 23 Januari 2014 19:39 WIB
Identification of Malaria Vector
Diposting oleh : Idris Fajrin Ambon. Kategori: Enviromental Health - Dibaca: 502 kali.

Solikhah
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Abstract
Kulonprogo District is one of area endemic malaria in Yogyakarta and Central Java. Malaria cases raised sharply two times from August 2010 to 2011. This aimed of study to know type in the malaria Plasmodium. This research was exploratory research with a cross sectional design approach. Diagnostic of malaria used a microscopic examination of blood thick and conducted interviews with questionnaire to determined factors sosio-demografi. The population was resident in the district in proportion Kulonprogo taken in January to in June 2012. Analyze data used  graphs and univariate data tabulation. The results in this study was parasite of Plasmodium found 1.3% was mixed  Plasmodium infection. The parasite found 82,1% was  ring  Plasmodium, and 0.6% was in the form of gametes and 5.8% was in the form of a mixture of the ring and  Plasmodium gametes. In 2012, Malaria Cases in Kulonprogo District was 156 cases. The percentage of detail cases were 97,4% new cases and 2,6% import cases. Malaria disease spread in Kulonprogo District.

Abstrak
Kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu daerah endemis malaria di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lonjakan jumlah kasus malaria terjadi hampir dua kali lipat sejak tahun 2010 hingga bulan Agustus 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Plasmodium pada penyakit malaria. Penelitian eksplorasi ini menggunakan desain studi  cross sectional. Diagnosis kasus malaria diperiksa menggunakan pemeriksaan darah tebal secara mikroskopis dan untuk mengetahui faktor sosiodemografi dilakukan wawancara menggunakan kuesioner. Populasi studi adalah penduduk di wilayah Kabupaten Kulonprogo yang diambil secara proporsional pada bulan Januari sampai bulan Juni 2012. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk grafik dan tabulasi. Hasil penelitian ini adalah
1,3% terinfeksi Plasmodium campuran. Ada 82,1% yang ditemukan Plasmodium dalam bentuk ring, dan 0,6% ditemukan dalam bentuk gamet dan 5,8% dalam bentuk Plasmodium campuran yaitu ring dan gamet. Pada tahun 2012, kasus malaria di Kabupaten Kulonprogo berjumlah 156 kasus dengan rincian 97,4% adalah kasus baru dan 2,6% kasus impor, penyebaran terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Kulonprogo.